Dulu Sutan Takdir Alisjahbana (STA) pernah angkat bicara tentang ide modernitas sebagai jalan menuju budaya dan masyarakat baru Indonesia. Dalam suatu Kongres Pendidikan Nasional pada 1935. STA berteriak lantang dengan slogan-slogan “Kesadaran tentang individualisme harus dibangkitkan” atau “Bangsa Indonesia harus didorong untuk menumpuk kekayaan material sebanyak mungkin” (Ayu Ratih, Reconsidering the ‘Great Debate’ on Indonesian National Culture in 1935-1942). Saya beranggapan STA adalah tokoh liberal yang amat radikal. Setidaknya dengan memperhatikan realitas masyarakat masa itu yang tidak begitu paham arti “materialisme ekonomi” dan “modernisasi”. Ditambah juga dengan masih hinggapnya alam mitos di banyak pikiran manusia Indonesia. Namun dalam situasi sekarang ini pun, diskursus...